blood with a cutter

Pedang

“Aku menginginkan pedang itu” ujarnya sambil menunjuk sebuah pedang indah yang memiliki tsuka[1] berwarna coklat emas serta tsuka ito[2] berwarna biru. Tak hanya itu, ukiran kanji di sepanjang bilah pedang menambah kesan mewah yang memang sudah terpancarkan.

Ketika akhirnya ia mendapatkan pedang itu, senyum sumringah terukir di wajahnya. Menandakan betapa bahagianya ia telah mendapatkan pedang itu. Kami lalu pulang.

Sepanjang perjalanan pulang, ia tak henti-hentinya memandangi pedang itu, menimang-nimangnya dan mengelusnya. Juga tak henti berceloteh panjang lebar mengenai betapa ia menyukai pedang itu.

Kami tiba di rumah. Ia dengan tergesa-gesa berlari ke dalam kamarnya. Sepertinya ia sudah tak sabar untuk mencoba pedang itu.

Aku tersenyum.

“Sekarang?”

“Ya.”

Aku tersenyum sembari merasakan ketika bilah pedang itu bergesekkan dengan kulitku.

Ah, perasaan itu lagi. Kau tahu, sensasi euforia berlebihan yang barangkali nampaknya sama seperti mengkonsumsi pil ekstasi.

Seketika, setetes cairan merah keluar dari kulitku yang putih.


[1] Tsuka adalah gagang atau pegangan dari katana atau biasa disebut juga handle. Dengan panjang sekitar 30 cm dibuat untuk pegangan kedua tangan.

[2] suka ito adalah hiasan yang terbuat dari sutra yang dililitkan pada tsuka.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *