Masa Lalu

Sebagai seorang Plegmatis Melankolis, saya merupakan pribadi yang mudah sekali merasakan atau mengalami nostalgia. Bagi saya, perasaan tersebut adalah hal yang membuat candu. Saya akui itu.

Entah apakah saya juga merupakan seorang yang masokis, namun mengenang kenangan masa lalu memberikan kesan tersendiri bagi saya. Mengenang mantan kekasih yang tidak sempat dimiliki? Mengenang teman masa kecil yang sudah memiliki jalan masing-masing? Mengenang masa-masa bahagia yang tidak dapat diputar kembali?

Bagi saya pribadi, mendengarkan musik yang mengingatkan saya akan masa lalu, serta berada di kamar tidur di atas jam 12 malam adalah cara paling ampuh untuk merasakan ingatan masa lalu itu. Bahkan, ketika saya tidak mengalaminya secara langsung.

Jika sudah begitu, maka saya akan betah berlama-lama mendekamkan diri di dalam kamar, dan membiarkan air mata satu persatu jatuh mengaliri pipi. Mereka bilang menangis juga adalah cara terbaik untuk melepaskan stress bukan? Mereka bilang, meneteskan air mata mengurangi dampak kesedihan serta merupakan pelipur lara terbaik untuk depresi. Lagipula, seperti yang kita semua tahu, menangis juga adalah bahasa pertama yang diketahui bayi sebelum mereka belajar berbicara.

Kupikir, tidak apa-apa untuk menangis selama beberapa saat. Menangis bukan berarti kau lemah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *