Hal Yang Tidak Boleh Kalian Katakan Kepada Seorang INFJ Dan Alasannya.

Barangkali ada di antara kalian yang bertanya, apa itu INFJ? INFJ adalah salah satu dari 16 tipe kepribadian yang diciptakan oleh Myers Briggs yang menciptakan MyersBriggs Type Indicator (MBTI). Kalau kalian iseng, kalian bisa menjawab tes ini https://www.16personalities.com/id/tes-kepribadian untuk menemukan tipe kepribadian kalian.

Bagaimana? Apakah kalian sudah tahu apa tipe kepribadian kalian? Jika hasilnya adalah INFJ juga, welcome to the club! Aku sendiri adalah seorang INFJ. Setidaknya itu yang dikatakan oleh test ini. Namun, ketika aku membaca artikel yang membahas mengenai sifat-sifat dan kepribadian INFJ, aku merasa bahwa kepribadian ini sangat cocok untukku.

Uniknya, orang-orang dengan kepribadian INFJ hanya terdapat kurang dari 2 persen populasinya di dunia, hal itulah yang membuatku -lagi-lagi- merasa spesial.

Setiap orang pastilah memiliki hal yang menurut mereka menyebalkan. Hal tersebut berlaku juga untukku. Sebagai seorang INFJ, perkataan inilah yang membuatku tidak nyaman serta alasannya.

  • “Nggak usah direncanain kenapa sih?”

Jika kalian ingin membuat saya serangan jantung, katakan ini. Sebenarnya tidak seberlebihan itu sih, tergantung dari situasi dan kondisi yang seperti apa. Kalau kalian bilang “Yasudah nanti kita baru tentukan mau makan apa pas sudah di restoran” maka reaksiku akan berbeda dengan “Kita nggak usah ngerencanain liburan kita. Pas udah sampai sana aja direncanainnya.”. Jika itu yang terjadi, maka kami para INFJ akan merencanakan liburan itu diam-diam.

Memang kenapa harus direncanakan? Ini karena pribadi yang memiliki elemen I dan J secara umum membutuhkan rencana. mereka bukan orang yang spontan. I yang berarti Introvert seringkali membutuhkan perencanaan yang matang sebelum melakukan sesuatu. Tidak perlu perencanaan yang sedetil mungkin, namun setidaknya mereka bisa mendapatkan gambaran seperti ‘apa yang akan terjadi?’ atau ‘apa ekspektasi yang bisa kudapatkan?’ hal ini dapat membuat mereka tenang.

  • “Kalau mikir tuh yang praktis aja sih? Kenapa belibet banget?”

Maaf tapi kami bukan orang yang praktis. Orang-orang dengan tipe NF bukanlah orang yang dapat berfikir praktis. malah sebaliknya, mereka bisa dibilang adalah orang orang yang kalau meminjam istilah orang Sunda ‘riweuh pisan euy!’. Yep, kami memang seribet itu.

Memang sebagai seorang manusia yang secara sadar ataupun tidak sadar bersosialisasi, kita dituntut untuk berfikir secara lebih praktis. Namun hal tersebut malah akan membuat orang dengan tipe NF merasa terganggu, karena hal tersebut bukanlah hal yang mudah bagi mereka. Namun memang sebagai manusia kita sudah seharusnya berfikir lebih praktis dan logis.

  • “Nggak usah panik, lah.”

Gimana gimana? kalian menyuruh seorang INFJ untuk tidak usah panik? Maaf ya, tapi INFJ secara natural, adalah seorang pribadi yang sangat mudah untuk panik. Hal ini diperparah jika mereka sudah sangat bersalah ketika mereka tidak memikirkan matang-matang dan secara detil tindakan yang telah mereka ambil atau hal yang telah mereka rencanakan.

Hal ini berkaitan dengan sifat Introvert mereka yang lebih memperhatikan detil. Dimana hal tersebut tidak dimiliki oleh pribadi ekstrovert. Barangkali, para INFJ harus menyadari bahwa sifat panik adalah bawaan dari tipe kepribadian yang dimiliki, dan kalian, para INFJ, berhak untuk rileks sedikit dan menikmati hidup.

  • “Kamu kenapa sih?”

Hal ini, secara pribadi merupakan hal yang paling sering ditanyakan kepadaku. Pertanyaan ini bahkan sering ditanyakan oleh keluargaku dimana seharusnya merekalah yang paling mengerti diriku secara pribadi. Prinsip dimana kita ingin lebih menyenangkan orang lain dibandingkan dengan diri kita sendiri, serta melakukan hal-hal yang lebih menyenangkan mereka, akan menimbulkan pertanyaan di dalam diri seorang INFJ. Pertanyaan-pertanyaan seperti “Gimana sih cara bersosialisasi? Apa yang orang lain inginkan dari diriku? Gimana caranya bersikap seperti itu?” yang bahkan dimana seorang INFJ bahkan tidak mempedulikan identitas mereka sendiri. Sehingga ketika seorang INFJ ditanya mengenai “Kamu lebih suka seperti apa? Apa pendapatmu mengenai hal ini?”, maka seorang INFJ akan berbalik kepada si penanya dan menanyakan hal yang sama.

Hal seperti ini menjadi hal yang kurang bagus untuk bersosialisasi. Karena kita akan terkesan seperti sedang memakai topeng, dimana sebenarnya seorang INFJ tidak bermaksud demikian.

  • “Kamu harusnya melakukan ini dengan cara baru (atau beda).”

Satu hal yang saya pribadi alami, tidak ada cara berbeda untuk seorang INFJ dalam melakukan sesuatu. Saya adalah pribadi yang tradisional, yang jika melakukan sesuatu dengan satu cara dan itu berhasil, maka saya akan melakukan dengan cara yang sama secara terus menerus hingga entah kapan.

Saya pribadi akan merasa sangat jengkel jika komputer saya rusak, atau data di handphone saya tidak sengaja terhapus, atau ketika ingin berangkat kerja, ada perbaikan jalan sehingga saya harus mengambil jalan lain. Hal-hal kecil seperti itu akan membuat saya merasa terganggu, karena itu berarti saya harus menyesuaikan diri kembali dengan suatu hal yang baru.

Atau bahkan di dunia kerja dimana seorang INFJ harus menggunakan aplikasi atau metode yang baru, misalkan. Kurangnya kemampuan INFJ untuk beradaptasi akan membuat mereka risih. Hal ini sebenarnya kurang cocok, terutama untuk diaplikasikan di dunia kerja dimana semua serba dinamis. Seorang INFJ, meskipun sulit, haruslah beradaptasi dengan berbagai perubahan, apapun itu, yang akan terjadi.

#Day30DWC
#Day10
#Squad2Jilid27

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *